-->

Pengertian Jamak Mudzakkar Salim [جمع المذكّر السالم] Beserta Syarat-Syaratnya Dalam Ilmu Nahwu

Pengertian Jamak Mudzakkar Salim [جمع المذكّر السالم]

جمع [Jamak] sendiri artinya yaitu isim yang mempunyai arti tiga atau lebih dengan komplemen di selesai katanya.

Adapun yang dimaksud المذكّر [Mudzakkar] yaitu isim yang mununjukkan arti laki-laki. Contoh:
المُسْلِمُ  [Orang islam 'laki-laki]
المُؤْمِنُ  [Orang beriman 'laki-laki]

Adapun yang dimaksud dengan الجمع السالم [Jamak Salim] adalah isim yang bina/susunan kata mufrodnya sehat [terhindar dari abjad illah].  Kemudian tanda jamak salim ini yaitu terdapat komplemen wawu dan nun atau yaa dan nun di selesai kata, menyerupai teladan berikut ini:
 "عَالِمُوْنَ و عَالِمِيْنَ"  'Orang-orang yang berilmu'

Maka yang dimaksud dengan جمع المذكّر السالم [Jamak Mudzakkar Salim] yaitu Isim yang ketika jamak ditambah dengan abjad komplemen wawu dan nun ketika keadaan rofa'. Contoh:
قَدْ أفْلَحَ المُؤْمِنُوْنَ  "Orang-orang beriman telah menang"

dan ditambah dengan abjad yaa dan nun di selesai kata ketika dalam keadaan nashob dan jar. Contoh:
ketika Nashob: أكْرِمْ المُجْتَهِدِيْنَ     "Muliakanlah para mujtahid"
ketika Jar: أحْسِنْ إلَى العَالَمِيْنَ  "Berbuat oke kepada Alam semesta"

Syarat-syarat Jamak Mudzakkar Salim

Suatu isim tidak sanggup dijamak mudzakkar salim-kan kecuali dalam dua perkara berikut ini:

Pertama, Menunjukkan arti 'alam [nama] pria yang berakal, dengan syarat sepi dari Ta' marbuthoh [ــة] dan tarkib, contoh:
أحْمَدُ
سَعِيْدٌ
خَالِدٌ

Kedua, Menjadi sifat untuk isim mudzakkar yang berakal, dengan syarat ia harus sepi dari ta' marbuthoh [ــة], tapi sanggup kemasukan ta' marbuthoh, atau isim tersebut mengatakan arti tafdhil [sifat yang melebihkan sesuatu], contoh:
عَالِمٌ  "Orang yang mengerti"
كِاتِبٌ  "Orang yang menulis"
أفْضَلُ   "Lebih utama"
أكْمَلُ  "Lebih sempurna"

Adapun kata 'عَالِمٌ  dan كِاتِبٌ' keduanya sepi atau tidak kemasukan ta' marbuthoh, tapi sanggup banget kalau kemasukan ta' marbuthoh, maka menjadi 'كِاتِبَةٌ dan عَلِمَةٌ'.
Sedangkan kata '' keduanya sepi atau tidak kemasukan abjad ta' marbuthoh dan memang tidak sanggup kemasukan ta' marbuthoh, tapi keduanya termasuk isim tafdhil.

Baca Juga: 
Pengertian Isim Tafdhil dalam Ilmu Nahwu

Berbeda dengan poin kedua di atas, ada kata sifat yang tidak sanggup dijamak mudzakkar salim-kan kecuali kata sifat tersebut harus sepi dari ta' ta'nits, nah kalau kata sifat tersebut sudah memenuhi syarat sepi dari ta' ta'nits pun ia harus memenuhi salah satu dari dua syarat berikut ini:
* sanggup mendapatkan ta' ta'nits
* sanggup juga berupa isim tafdhil
kalau kata sifat tersebut tidak mendapatkan ta' ta'nits dan juga tidak mengatakan artiisim tafdhil, maka sudah niscaya beliau tidak sanggup dijamak mudzakkar salim-kan, contoh:
أحْمَرُ
صبور
قَتِيْل

Semua pembahasan wacana bab:
+  'أفعل dan فَعْلَاء' contoh: 'أحْمَرُ dan حَمْرَاءُ'
+ 'فَعْلان dan فَعلى', contoh: 'سَكْرَانُ dan سَكْرَى'
+ atau semua kata yang antara mudzakkar dan muannats nya itu sama aja, contoh: غُيورٌ dan جَرِيْحٌ , maka keduanya tidak sanggup dijamak mudzakkar salim-kan alasannya kata sifat tersebut mudzakkarnya itu sama dengan muannats nya.

Demikianlah pembahasan singkat wacana jamak mudzakkar salim, pembahasan di atas diambil dari kitab jami'ud durus jus 2, hal. 17-18. temen-temen sanggup membacanya secara lengkap di sana, atau yang belum mempunyai kitab tersebut sanggup klik link di bawah ini untuk mendownloadnya secara gratis ya.


DOWNLOAD FULL KITAB JAMI'UD DURUS AL-ARABIYYAH (Juz 1, 2, dan 3 'Lengkap') file PDF




Referensi:
  • Kitab Jami'ud Durus Juz 1 hal. 159-160.
LihatTutupKomentar