Permainan-Permainan Di Kelas Untuk Melatih Keterampilan Bahasa Arab [Istima', Muhadatsah, Qiro'ah, Dan Kitabah]

permainan bahasa di kelas untuk ketrampilan bahasa arab Permainan-permainan Di Kelas untuk melatih Keterampilan Bahasa Arab [Istima', Muhadatsah, Qiro'ah, dan Kitabah]

Permainan berasal dari kata “main” yang berarti melaksanakan kegiatan (permainan) untuk menyenangkan hati (dengan memakai alat-alat tertentu atau tidak). Sedangkan kata “permainan” mempunyai beberapa arti, yaitu : Satu, sesuatu atau barang yang dipakai untuk  bermain atau dipermainkan (mainan). Dua, hal bermain atau perbuatan bermain. Tiga, Perbuatan yang dilakukan dengan tidak sungguh-sungguh (hanya untuk main-main). Empat, Pertunjukan, tontonan, dsb. Dan Lima, perhiasan.

Jika kata “permainan” di-idhofah-kan dengan kata “bahasa”, maka hakikatnya (permainan bahasa) ialah suatu acara untuk memperoleh suatu keterampilan berbahasa tertentu dengan cara yang menggembirakan.

Permainan bahasa mempunyai tujuan ganda, yaitu untuk memperoleh kegembiraan dalam proses mencar ilmu dan juga untuk melatih keterampilan bahasa tertentu.

***

Berikut ini adalah, beberapa jenis permainan bahasa yang dikategorikan sesuai dengan kemahiran Bahasa.

A. Permainan Bahasa untuk Keterampilan Menyimak (Istima’)

1. Bisik berarntai (al asrar al mutasalsil). 

Permainan ini terdiri dari dua kelompok atau lebih. Masing-masing kelompok terdiri 6 – 7 siswa. Guru membisikkan kata atau kalimat yang diperlihatkan kepada siswa terdepan pada masing-masing kelompok. Selanjutnya dibisikkan pada siswa di belakangnya demikian hingga siswa terakhir, kelompok yang tercepat dan benar dialah yang menang.


2. Siapa yang berbicara (man al mutahaddits?).  


Guru memperdengarkan sebuah percakapan lalu siswa disuruh menebak siapa yang biacara. Misalnya, bunyi antara guru dan murid, pedagang dan pembeli, satpam dan tamu, dan sebagainya.

3. Bagaimana saya pergi (kaifa adzhabu ilaa…?). 
Guru menyuruh siswa untuk mengatakan rute perjalanan yang terdapat di peta yang tergambar di papan tulis, sesudah memperdengarkan klarifikasi singkat wacana perjalanan yang ingin ditempuhnya.


B. Permainan Bahasa untuk Keterampilan Berbicara (Muhadatsah)

1. Dimana saya (Aina Ana?). 
Guru memperagakan gerakan dari suatu perbuatan tertentu. Kemudian menyuruh siswa untuk menebak dimana dilakukan perbuatan tersebut, ibarat gerakan orang sedang makan, menulis, membaca, dan sebagainya.

2. Menyebut gambar (Sifis Shuroh).
Guru menunjukkan beberapa gambar orang-orang yang populer (tokoh) kepada siswa. Kemudian menyuruh siswa untuk mengomentari satu gambar, demikian hingga akhir.

3. Apa yang saya kerjakan (Maadza a’mal?). 
Guru memperagakan perbuatan tertentu atau menyuruh salah satu siswa untuk melaksanakan perbuatan tersebut. Kemudian menyuruh siswa lain untuk menebak apa yang sedang dilakukannya.

C. Permainan Bahasa untuk Keterampilan Membaca (Qiro’ah).

1. Sobekan Cerita (al auroq al mumazzaqoh). 
Guru menentukan cerita-cerita pendek dari buku, majalah, koran, dan lain sebagainya. Kemudian dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Selanjutnya guru menceritakan dongeng tersebut. Setelah selesai siswa disuruh mengurutkan potongan-potongan bab dongeng tadi sesuai dengan dongeng yang telah dibacakan. Begitu seterusnya sesuai tingkat bahan yang diberikan.

2. Antonim (Al Mudhod).
Guru mengatakan kata yang ditulis di sebuah kartu, atau siswa disuruh mengambil kartu secara acak, dan siswa yang mendapat kartu pribadi menyebutkan lawan katanya. Apabila siswa tidak sanggup menyebut, maka ia harus mendapat hukuman.

3. Mengeluarkan kata yang absurd (Takhrij al kalimah al ghoribah). 
Guru menunjukkan secara cepat beberapa kelompok kata. Satu di antara kelompok kata tersebut ada yang asing. Siswa harus mencarinya dan menyebutkan atau membacanya.


D. Permainan Bahasa untuk Keterampilan Menulis (Kitabah)

1. Teka-Teki Silang (Al Kalimah al mutaqaathi’ah). 
Guru menyiapkan beberapa pertanyaan dalam bentuk TTS. Kemudian guru menyurh siswa menjawab soal TTS secara individu atau kelompok.

2. Permainan abjad yang kurang / hilang. 
Guru menyuruh siswa menuliskan satu abjad yang hilang pada kata tertentu, dibantu dengan gambar yang mengatakan kata dari balasan yang dimaksud.

3. Menyempurnakan gambar dan menulis namanya. 
Guru menampilkan sebuah gambar dengan titik-titik terputus, atau gambar yang belum jelas. Kemudian guru menyuruh siswa untuk menyempurnakannya dan menulis gambar apa yang dimaksud.

4. Apakah kau tahu (Hal Ta’rif). 
Guru memberi beberapa soal secara tertulis dan menyuruh siswa menjwbnya secara tertulis juga. Terkait dengnaa sesuatu yang ada di lingkungan siswa atau insiden yang aktual.

5. Mengurutkan kalimah (Tartiibul jumal). 
Guru menyuruh siswa mengurutkan beberapa kata sehingga menjadi kalimat sempurna, atau menyuruh sisswa untuk mengurutkan beberapa kalimat sehingga menjadi paragraf yang sempurna. Alangkah baiknya kosa kata tertulis di kartu dilengkapi dengan gambar.