Pengertian Af'alut Tafdhil (أفعال التفضيل) Besarta Contohnya

صُغْ مِنْ مَصُوغ مِنْهُ للتَّعَجُّبِ ¤ أَفْعَلَ للتَّفْضِيلِ وَأْبَ اللَّذْ أبِي
Bentuklah lafazh yang boleh dibuat Fi’il Ta’ajjub kepada format Isim Tafdhil “AF’ALA”. dan tinggalkan lafadz yang tidak diperbolehkan


1. PENGERTIAN AF’AL TAFDHIL
Ø كل ما دل على زيادة تفضيلا كان او نقيصا
“Setiap fi’il yang pertanda untuk menambahnya sesuatu atau menguranginya”
Contoh : العَسَلُ أَحْلَى مِنَ الخَل (Madu tersebut lebih cantik dari pada cuka)


2. SYARAT AF'ALUT TAFDHIL
Syarat membuat fi'il tafdhil tersebut sama dengan kriteria membuat shighot ta’adjjub yaitu:
Ø Fi’ilnya tsulasi mujarod
Ø Mutashorif
Ø Bisa menunjukkan makna lebih
Ø Fi’ilnya tam
Ø Isim sifatnya tidak berwazan افعل
Ø Tidak dinafikan
Ø Tidak mabni majhul
Sedangkan fi’il yang tidak sanggup dijadikan af’alul tafdhil alasannya kurang kriteria maka mesti menyebabkan lafad الشر، اشدdan sepertinya, contoh: انشم اكشر استغفار لربكم (Kalian lebih tidak sedikit baca istighfar untuk dewa kalian)



3. PEMBAGIAN AF’AAL TAFDHIL
Ø Dari segi lafadz
1. ( في بابه ) Apabila afal tafdhil di ikuti dengan aksara “min” ( من) setelahnya misal : زيد احسن من عمرو

2. ( في غير بابه ) Apabila afal tafdhil tidak di ikuti dengan aksara “min” ( من) setelahnya misal : والله اعلم
Ø Dari segi ma’na
1. ( في بابه ) yaitu dikala isim tafdhil mempunyai man’na unggul/mengunggulkan

2. ( في غير بابه ) yaitu dikala isim tafdhil mempunyai ma’na yang sama dengan isim fa’il


4. KEADAAN AF’AL TAFDHIL
1. ان يكون مجردا من "ال" والاضافة ( Harus tanpa menggunakan alif lam dan idhofat)
Contoh : زيد افضل من عمرو
2. ان يكون محلا بال ( Harus disertai alif lam)
Contoh : زيد الافضل القوم
3. ان يكون مضافا الى النكرة ( Harus di idhopatkan untuk isim nakiroh )
Contoh : زيد افضل رجلٍ
4. ان يكون مضافا الى المعرفة ( Harus di idhopatkan untuk isim ma’rifat )
Contoh : زيد افضل القوم

5. HUKUM AF’AL TAFDHIL
Ø (قياسى) Ketika isim tafdhil merujuk pada wazan افعل
Ø شد دائما Yaitu lafadz خيرٌ dan lafadz شرٌ

قليلا Yaitu lafadz حبَّ asalnya lafadzd احبّ

6. PEKERJAAN AFAL TAFDHIL
Ø (نزراً ) Langka
Yaitu dikala Af’al tafdhil merofa’kan isim dzohir,tapi tidak merubah failnya
Contoh : زيد افضل ابوه
Ø (كثيراً ) Banyak
Yaitu dikala af’al tafdhil meropa’kan isim dzomir
Contoh : زيد افضل من بكرٍ
Ø (محلاً ) Mahal/ tempat
Yaitu dikala Af’al tafdhil menashabkan tapi status jar-nya, menggunakan aksara jar. Contoh : هو اقرب للتقوى



KESIMPULAN
Isim tafdhil yakni isim yang diciptakan untik menunjukkan makna lebih diantara dua hal, isim tafdhil melulu sanggup merofa’kkan isim dhohir. Wazannya itu melulu ada satu yakni افعل, sementara syarat pembuatannya yakni sama dengan kriteria penciptaan sighot ta’jub.
Isim tafdhil tersebut identitasnya dengan al dan idhofah, andai sunyi dari tersebut maka mesti diperbanyak من مفاضلةdan andai sunyi dari al idhofah maka isim tafdhil tersebut harus menetapi mufrod mudzakar dan andai yang dimufrodi tersebut isim nasyiroh maka boleh wajah dua yakni menetapi mufrod mudzakar dan mencocoki dengan lafadz sebelumnya.