Skip to main content

Lirik Terjemahan Indo

follow us

Pengertian Jumlah Mufidah (الجملة المفيدة) Dalam Ilmu Nahwu [Kutipan Kitab Nahwu Wadhih]

Contoh:

البَيْتُ جَمِيْلٌ                      Rumah itu bagus

الشَّمْسُ غَارِبَةٌ                  Matahari terbenam

ذَهَبَ عَلِيٌّ إِلَى المَدْرَسَةِ   Ali pergi ke sekolah

السَّيَّارَةُ كَبِيْرَةٌ                   Mobil itu besar

قَطَفَ زَيْدٌ وَرْدَةً                Zaid memetik bunga mawar


Pembahasan:

Jika kita lihat contoh-contoh di atas, maka semuanya tersusun dari dua kata, bahkan lebih. Salah satunya pada teladan pertama, kata pertama  'البَيْتُ' dan kedua 'جَمِيْلٌ'. Jika kita hanya memakai satu kata saja misal 'البَيْتُ/Rumah' maka itu tidak memahamkan dan hanya memiliki arti tunggal yaitu rumah, satu kata ini tidak cukup untuk memahamkan lawan bicara kita, begitu juga kalau kita hanya memakai kata keduanya saja yaitu 'جَمِيْلٌ/bagus', niscaya memunculkan pertanyaan, apa yang bagus? siapa yang bagus? apanya yang bagus?. Maka dari itu kita gabungkan kedua kata tersebut sesuai tata Bahasa Arab yang benar maka menjadi 'البَيْتُ جَمِيْلٌ' 'Rumah itu bagus', dengan begitu kita sudah paham secara tepat dan kalimat tersebut menambah isu berfaidah yang tepat bahwa 'Rumah itu lah yang bagus'. Begitu juga dengan contoh-contoh kalimat selanjutnya.

Sampai sini kita paham bahwa hanya satu kata saja itu tidak cukup untuk berkomunikasi, tapi butuh susunan dua kata atau lebih hingga menciptakan orang yang mendengarkan itu mendapat isu penting yang lengkap dan utuh.

Adapun teladan kata:
قُمْ        'Berdirilah!'
إجْلِسْ   'Duduklah!'
تَكَلَّمْ      'Bicaralah!'
yang secara dhohir kata-kata di atas hanyalah sendirian atau tunggal, tapi bekerjsama kata di atas sudah cukup memahamkan kepada lawan bicara, sebab bekerjsama kata-kata di atas tidaklah hanya tersusun dari satu kata saja, melainkan sebenernya kata-kata di atas yakni kalimat yang tersusun dari dua kata, salah satu di antaranya terucap, teladan pada kata di atas 'قُمْ', kata tersebut terucap tapi yang tidak terucap yakni kata 'انْتَ/kamu' yang dipahami oleh pendengar dari percakapan tersirat walaupun tidak diucapkan.



Kaidahnya:


  1. Susunan yang memperlihatkan pemahaman secara tepat atau isu berfaidah yang utuh yakni jumlah [kalimat] mufidah [bermanfaat], dan disebut juga dengan kalam.
  2. kalimat yang mufidah terkadang tersusun dari dua kata, bahkan terkadang juga tersususun lebih dari dua kata, dan setiap kata yang ada pada kalimat tersebut yakni pecahan dari kalimat itu sendiri.


Demikianlah klarifikasi singkat perihal jumlah mufidah dalam Ilmu Nahwu, penejalasan di atas aku ambil dari kitab Nahwu Wadhih juz 1, temen-temen dapat download kitabnya dengan klik link di bawah ini:





Referensi:
  • Kitab Nahwu Wadhih




Agar mudah mengakses Blog Gue di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Blog Gue dari layar utama smartphone dengan klik ikon Blog Gue.

You Might Also Like: